Pendapatan Asuransi Jasaraharja Putera Mencapai Rp1,61 Triliun dengan Laba Meningkat 41%

PT Jasaraharja Putera berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp234,49 miliar pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni sekitar 41 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Laporan keuangan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada bulan Juli 2026.
Perusahaan juga melaporkan pendapatan asuransi yang mencapai Rp1,61 triliun. Dari jumlah tersebut, hasil dari jasa asuransi tercatat sebesar Rp319,20 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 10,22 persen. Di sisi lain, total beban jasa asuransi mengalami penurunan sebesar 16,27 persen menjadi sekitar Rp908,61 miliar.
Dalam hal kesehatan finansial, Jasaraharja Putera mencatat rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 371,90 persen. Rasio ini berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan oleh regulator. RBC menjadi salah satu indikator penting yang menggambarkan kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis.
Kinerja keuangan yang positif ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses underwriting dan pengelolaan risiko. Selain itu, Jasaraharja Putera juga berupaya menjaga tingkat solvabilitas demi kelangsungan bisnis yang berkelanjutan.
Pada bulan Oktober 2026, Jasaraharja Putera meraih penghargaan sebagai Best General Insurance in Prudent Underwriting & Risk Management dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2026. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, kepada Direktur Utama Jasaraharja Putera, Abdul Haris, dalam acara yang berlangsung di Studio CNBC Indonesia, Jakarta.
Abdul Haris mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi semua karyawan, kepercayaan yang diberikan oleh nasabah, serta dukungan dari mitra bisnis perusahaan.
“Pencapaian ini menjadi sumber motivasi dan semangat bagi kami untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan memberikan layanan terbaik demi perlindungan yang optimal bagi nasabah,” ujar Abdul Haris, seperti yang tercantum dalam keterangan tertulis pada tanggal 9 Oktober 2026.
Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses underwriting, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini sejalan dengan visi Jasaraharja Putera untuk menjadi perusahaan asuransi yang dapat diandalkan di Indonesia.
Jasaraharja Putera, yang lebih dikenal sebagai JRP Insurance, merupakan anak perusahaan dari Jasa Raharja dan merupakan bagian dari holding BUMN asuransi, penjaminan, serta investasi Indonesia Financial Group (IFG). Dengan pengalaman lebih dari 32 tahun di industri asuransi umum Indonesia, perusahaan ini telah mengembangkan berbagai produk layanan, termasuk surety bond, asuransi liability, serta layanan digital retail yang semakin inovatif.
➡️ Baca Juga: Dewi Perssik Tuding Angga Wijaya Usai Isu Cerai, Soroti Masalah Pengkhianatan
➡️ Baca Juga: Penanganan Pascabencana NTT Harus Menjadi Prioritas Bersama untuk Membangun Ketahanan Komunitas




