Penggerebekan Rumah Dinas Letkol Arman, 11 Tersangka dan 32 Komputer Diamankan

Jakarta – Kegiatan mencurigakan di sebuah rumah dinas TNI Angkatan Darat yang terletak di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, berujung pada penggerebekan yang dilakukan oleh warga setempat. Rumah yang dihuni oleh Letkol (Inf) Arman ini diduga dijadikan sebagai lokasi operasional judi online oleh sejumlah warga sipil.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 4 Oktober 2026. Kecurigaan masyarakat terhadap aktivitas yang dianggap tidak biasa di kediaman tersebut mendorong mereka untuk melakukan penggerebekan secara mandiri tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak TNI Angkatan Darat.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari perhatian warga sekitar terhadap kegiatan yang dianggap mencurigakan di rumah yang terletak di kompleks perumahan prajurit tersebut.
Setelah warga mendatangi lokasi, temuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penanganan dari aparat TNI. Polisi Militer Kodam Jaya segera melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan 11 orang warga sipil serta menyita 32 unit komputer yang diduga terkait dengan aktivitas perjudian daring.
Maruli menambahkan bahwa rumah tersebut berada di area KPAD Cijantung yang dihuni oleh prajurit aktif dan purnawirawan TNI. Aktivitas mencurigakan yang terjadi di salah satu rumah di kompleks ini akhirnya menarik perhatian masyarakat di sekitarnya.
Kecurigaan tersebut mendorong warga untuk bertindak dengan mendatangi dan melakukan penggerebekan terhadap rumah itu pada tanggal 4 Oktober 2026.
Menurut Maruli, penggerebekan tersebut dilaksanakan tanpa sepengetahuan dirinya maupun pihak terkait di lingkungan TNI Angkatan Darat. Namun, ia mengapresiasi kepedulian warga dalam menjaga keamanan lingkungan, yang pada akhirnya membantu mengungkap aktivitas mencurigakan tersebut.
“Penggerebekan dilaksanakan oleh mereka sendiri tanpa memberitahu. Saya pikir, jika masyarakat sekitar turut mengamankan lingkungan, itu adalah hal yang positif,” ungkap Maruli saat diwawancarai oleh awak media di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat.
Tindakan penggerebekan oleh warga tersebut menjadi titik awal terungkapnya dugaan pemanfaatan rumah dinas sebagai lokasi operasional judi online.
Setelah kejadian tersebut dilaporkan, Polisi Militer Kodam Jaya turun tangan untuk menindaklanjuti temuan dari warga. Pada hari yang sama, petugas melakukan penggeledahan di rumah dinas tersebut.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 11 orang warga sipil yang berada di lokasi. Selain itu, sebanyak 32 unit komputer juga disita karena diduga berkaitan dengan aktivitas yang berlangsung di tempat tersebut.
➡️ Baca Juga: 5 Kelebihan Galaxy A35 yang Membuatnya Layak Dibeli di 2026
➡️ Baca Juga: Air Bersih: Kunci Masa Depan Sehat Anak-Anak di Daerah Terpencil




