Dugaan Rencana Gianni Infantino Terkait Pemilu FIFA di Balik Kesuksesan Timnas Indonesia

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kini tengah berusaha untuk menggalang dukungan dari negara-negara di Asia Tenggara menjelang pemilihan Presiden FIFA yang akan berlangsung pada tahun 2027.
FIFA ASEAN Cup 2026 baru saja berakhir dengan Timnas Indonesia yang berhasil meraih gelar juara. Dalam pertandingan final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada tanggal 5 Oktober 2026, skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal dan tambahan.
Infantino menyaksikan langsung pertandingan tersebut dari tribun kehormatan, didampingi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Dalam seremoni penyerahan trofi FIFA ASEAN Cup, Infantino turut memberikan penghargaan kepada kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menandai momen bersejarah bagi tim dan negara.
Kehadiran Infantino di Indonesia mencuri perhatian media asing, salah satunya The Guardian. Dalam laporan mereka, media tersebut mengungkapkan bahwa keberhasilan turnamen ini tidak hanya berdampak positif bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga berpotensi memberi Infantino dukungan dalam pencalonannya sebagai Presiden FIFA.
“Indonesia meraih kemenangan dalam turnamen yang diprakarsai Infantino, namun esensi sebenarnya mungkin terletak pada dukungan suara,” tulis The Guardian pada 7 Oktober 2026.
Infantino telah mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA pada tahun 2027, sebuah rencana yang ia sampaikan pada Kongres FIFA di bulan Mei 2026.
Selama beberapa bulan terakhir, persaingan menuju pemilihan tersebut diwarnai oleh berbagai pandangan di antara konfederasi dan asosiasi anggota FIFA. UEFA, AFC, dan Concacaf sebelumnya telah menyerukan agar Infantino mundur terkait berbagai kontroversi, termasuk rencana Football Forward Enterprise (FFE).
Di sisi lain, tidak sedikit asosiasi sepak bola yang tetap menunjukkan dukungan kepada Infantino. Menurut laporan sebelumnya, lebih dari 200 anggota FIFA telah mendukung pencalonannya, meskipun ada beberapa federasi yang memilih untuk menarik atau belum memberikan dukungan.
Dalam konteks tersebut, The Guardian menyoroti keberhasilan FIFA ASEAN Cup yang menjadi turnamen pertama kalinya digelar di kawasan Asia Tenggara.
Turnamen ini melibatkan beberapa negara di Asia Tenggara dalam dua divisi. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kompetisi baru ini bisa menjadi platform bagi Infantino untuk menjalin hubungan lebih erat dengan asosiasi sepak bola di wilayah tersebut.
“Infantino mungkin merasa puas melihat visi yang ia proklamirkan 12 bulan lalu kini terealisasi di lapangan,” tulis The Guardian.
Media Inggris tersebut juga mempertanyakan apakah kesuksesan FIFA ASEAN Cup dapat berkontribusi terhadap peluang Infantino untuk mempertahankan posisinya di FIFA.
➡️ Baca Juga: Biaya Haji 2027: Jemaah Bayar Rp54,6 Juta, Subsidi Pemerintah Capai Rp43,8 Juta
➡️ Baca Juga: Transformasi Digital dalam Industri Asuransi: Menyongsong Era Baru yang Inovatif




