happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Polda Sumsel Tingkatkan Pencegahan Narkoba Melalui Herd Immunity Policing untuk Ketahanan Masyarakat

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi generasi muda dari ancaman narkoba. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Fungsi Reserse Narkoba di Palembang.

Forum ini bertujuan untuk merumuskan strategi pencegahan berbasis ketahanan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antar sektor yang relevan, pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.

Wakil Kepala Polda Sumsel, Brigjen Pol. Rony Samtana, membuka acara ini mewakili Kepala Polda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho. FGD kali ini mengangkat tema “Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif”.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakapolda, ia menekankan pentingnya memanfaatkan pencegahan sebagai indikator keberhasilan dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

Tindakan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan harus sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang mampu mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita tidak merasa bangga hanya dengan menangkap pelaku kejahatan, namun lebih bangga jika kita mampu mencegah kejahatan tersebut dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ungkap Wakapolda saat membacakan pesan Kapolda Sumsel.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah konferensi pers yang mengungkap kasus serta berhasil menggagalkan pengiriman 35 kilogram sabu dan 600 butir pil Happy Five.

Pengungkapan ini menjadi pengingat akan pentingnya memperkuat perlindungan masyarakat melalui penegakan hukum yang bersinergi dengan upaya pencegahan yang melibatkan berbagai pihak.

Melalui pendekatan herd immunity policing, Polda Sumsel berupaya mendorong terbentuknya ketahanan kolektif masyarakat terhadap ancaman narkotika. Di sini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan mereka dan menjadi bagian dari sistem pencegahan yang lebih luas.

“Masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai objek perlindungan, tetapi juga harus terlibat secara aktif dalam sistem pencegahan,” tegas Wakapolda, menyampaikan pesan Kapolda.

Penguatan ketahanan ini memerlukan kolaborasi dari pemerintah daerah, TNI, Polri, serta penegak hukum lainnya, institusi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat. Kapolda juga menyampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat dan bebas dari narkoba merupakan aset utama untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional yang produktif dan inklusif.

Sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan, forum ini menyediakan kesempatan untuk pemaparan dan diskusi dengan berbagai unsur seperti BNNP Sumsel, DPRD Sumsel, pemasyarakatan, kejaksaan, Bappeda, dan Universitas Sumatera Selatan.

Pertukaran pandangan dalam forum ini diarahkan untuk memperkuat strategi penanggulangan narkotika sesuai dengan peran masing-masing lembaga yang terlibat.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mumin Wijaya, menegaskan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba.

➡️ Baca Juga: Keterampilan Penting Untuk Dunia Kerja Masa Kini

➡️ Baca Juga: Pemda Harus Siapkan Mitigasi Risiko Obligasi Agar Ekonomi Nasional Tetap Stabil

Related Articles

Back to top button