Demonstrasi di Prancis Berujung Rusuh, Balai Kota 140 Tahun Terbakar dan Menaranya Runtuh

Balai kota berusia 140 tahun di Prancis mengalami kerusakan yang signifikan setelah terjadi kebakaran hebat pada Sabtu malam, 17 Oktober. Kebakaran tersebut dipicu oleh sekelompok demonstran bertopeng yang menyerang gedung bersejarah ini, menurut pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Rekaman video yang beredar menunjukkan momen dramatis ketika menara runcing Balai Kota Limoges runtuh akibat kebakaran yang melalap bagian atapnya. Insiden ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah Prancis, di mana para warga menyuarakan protes terhadap biaya hidup yang semakin meningkat.
Menurut informasi dari Prefektur Haute-Vienne, sekelompok perusuh memasuki balai kota sekitar pukul 18.00 pada hari yang sama, sebelum melakukan pembakaran terhadap bangunan tersebut.
“Petugas pemadam kebakaran dari Haute-Vienne segera dikerahkan dalam jumlah besar untuk memadamkan api. Balai Kota Limoges, yang merupakan bangunan bersejarah dan menjadi landmark ikonik bagi warga setempat, mengalami kerusakan parah,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dilansir dari Euronews.
Selain itu, prefektur juga melaporkan bahwa beberapa toko di sekitar kawasan Rue Jean Jaurès telah dijarah setelah kerusuhan tersebut terjadi.
Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, mengutuk keras tindakan pembakaran balai kota dan sejumlah insiden kekerasan lain yang terjadi di kota tersebut pada hari itu.
Sekitar 2.000 orang dilaporkan berkumpul di kawasan Casseaux, bagian timur kota, pada pukul 14.00. Dari jumlah tersebut, lebih dari 500 orang dikategorikan sebagai pihak yang mencari konfrontasi. Beberapa demonstran dilaporkan menyerang aparat keamanan dengan melemparkan berbagai benda.
Akibat kerusuhan ini, empat anggota kepolisian mengalami luka yang cukup serius, sementara empat kendaraan polisi dilaporkan rusak parah.
Setelah insiden tersebut, para demonstran bergerak untuk memblokir jalan tol A20 sebelum akhirnya mendesak menuju pusat kota.
Polisi telah menangkap 19 orang di wilayah tersebut terkait dengan aksi demonstrasi ini, dan penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.
Pembangunan Balai Kota Limoges dimulai pada tahun 1879 dan gedung ini resmi dibuka pada 14 Juli 1883. Sebagai salah satu bangunan bersejarah, balai kota ini memiliki makna penting bagi masyarakat setempat.
Wali Kota Limoges, Guillaume Guérin, menegaskan bahwa meskipun masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, hal itu tidak dapat menjadi alasan untuk merusak fasilitas umum.
“Demonstrasi adalah hak, dan kemarahan masyarakat harus didengarkan. Namun, tindakan kekerasan atau penghancuran fasilitas publik tidak dapat dibenarkan,” ujar Guérin.
Ia menekankan bahwa aksi kekerasan yang terjadi tidak dapat diterima, dan harus ada cara yang lebih baik dalam menyalurkan aspirasi tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: APHI Riau Memperkuat Sektor Kehutanan sebagai Penggerak Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Persija Siapkan Kejutan Jelang Liga 2026/27, Hadapi Brisbane Roar di JIS




