Analisis Statistik Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman di Timnas Indonesia

John Herdman baru saja mengantarkan Timnas Indonesia meraih trofi bergengsi. Pelatih asal Inggris ini sukses membawa Skuad Garuda menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Keberhasilan ini menambah catatan positif Herdman sejak menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Namun, pencapaian ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun sebelumnya. Herdman tiba di saat yang tepat ketika Timnas Indonesia sudah memiliki struktur yang baik, sementara Shin Tae-yong telah melakukan banyak usaha untuk meningkatkan kualitas permainan, dan Patrick Kluivert datang ketika harapan terhadap prestasi Garuda sudah sangat tinggi.
Jika kita melihat perjalanan ketiga pelatih ini sebagai satu kesatuan, trofi yang diraih oleh Herdman adalah bagian dari transformasi panjang Timnas Indonesia. Target tim ini pun telah mengalami perubahan signifikan, dari sekadar membangun tim yang kompetitif menjadi tim yang dituntut untuk meraih trofi.
Ketika Shin Tae-yong diangkat sebagai pelatih pada akhir 2019, keadaan Timnas Indonesia jauh berbeda dari sekarang. STY harus mengembangkan tim dalam situasi yang cukup menantang, bahkan debutnya bersama tim senior baru terjadi pada tahun 2021 akibat pandemi COVID-19 yang melanda.
Selama masa kepelatihannya di Timnas Indonesia senior, STY telah menjalani 57 pertandingan dengan hasil 26 kemenangan, 14 imbang, dan 17 kekalahan. Indonesia berhasil mencetak 106 gol dan kebobolan 75 gol, sehingga persentase kemenangan pelatih asal Korea Selatan ini mencapai 45,6 persen.
Namun, warisan yang ditinggalkan STY tidak hanya dapat dilihat dari statistik tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencapai final Piala AFF 2020, semifinal Piala AFF 2022, dan berhasil lolos ke Piala Asia 2023. Garuda juga untuk pertama kalinya berhasil melampaui fase grup Piala Asia sebelum melanjutkan ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Transformasi yang terjadi ini membuat ukuran keberhasilan Timnas Indonesia turut berubah. Tim ini mulai terbiasa menghadapi lawan-lawan Asia dengan level yang lebih tinggi, sementara sejumlah pemain mendapatkan pengalaman internasional yang signifikan dan berkembang hingga bisa berkarier di luar negeri.
Fondasi yang diciptakan oleh STY inilah yang kemudian diwariskan kepada pelatih berikutnya. Oleh sebab itu, meskipun persentase kemenangan STY lebih rendah dibandingkan Herdman, kontribusinya tidak bisa hanya diukur dari angka kemenangan semata.
Patrick Kluivert memasuki posisi pelatih pada Januari 2025 dalam konteks yang sangat berbeda dibandingkan dengan STY. Pada saat itu, Indonesia sudah memiliki sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri dan sedang mengejar target yang jauh lebih besar, yaitu lolos ke Piala Dunia 2026 dalam kualifikasi yang akan datang.
➡️ Baca Juga: Manfaat Latihan Bodyweight untuk Meningkatkan Fungsionalitas Tubuh Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Rencanakan Strategi Bisnis Desember yang Efektif untuk Meningkatkan Profitabilitas Anda




