happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
berita

Prabowo Resmi Menjadi Menperin, Sarmuji: Tanggung Jawab yang Berat Dihadapi

Jakarta – M. Sarmuji telah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam posisinya yang baru ini, Sarmuji menyadari bahwa ia harus memikul tanggung jawab yang cukup besar karena peran Kementerian Perindustrian sangat krusial bagi perkembangan industri di Indonesia.

Sarmuji menekankan pentingnya sektor industri sebagai salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja di tanah air.

“Ini adalah tanggung jawab yang signifikan, dan kami menyadari bahwa sektor perindustrian berfungsi sebagai penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Kami pasti akan fokus pada kedua aspek tersebut,” ungkap Sarmuji saat konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Di samping itu, Sarmuji berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri di Indonesia, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

“Yang perlu kita perhatikan adalah perkembangan industri, terutama yang dapat menyerap banyak tenaga kerja, seperti industri tekstil, alas kaki, dan sektor lainnya. Hal ini harus menjadi perhatian utama kita,” jelasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Sarmuji menyadari bahwa Kementerian Perindustrian tidak dapat bergerak sendiri. Ia menegaskan perlunya kolaborasi dengan sejumlah kementerian lain agar dapat memperoleh insentif yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Tentu saja, kami tidak bisa bekerja sendirian, karena sektor industri berkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Misalnya, dengan Kementerian Investasi di hulu, kami perlu berkoordinasi. Selain itu, kami juga harus berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan agar industri mendapatkan insentif yang dibutuhkan untuk berkembang lebih pesat,” tambah Sarmuji.

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama dengan Kementerian Perdagangan untuk mencegah impor yang berlebihan, terutama untuk produk yang dapat diproduksi di dalam negeri. “Kami akan terus berkomunikasi dan melapor, serta meminta arahan dari Presiden dan Menko,” tutupnya.

➡️ Baca Juga: Pekerja Swasta, BUMN, dan BUMD Diharapkan Terapkan Kebijakan WFH Satu Hari, Terkecuali 9 Sektor Ini

➡️ Baca Juga: Jadi Translator Manga dan Webtoon: Ubah Keterampilan Bahasa Jepang Menjadi Penghasilan

Related Articles

Back to top button