Batas Waktu Salat Dhuha yang Tepat: Kenali Waktu yang Sebenarnya hingga Jam 11 Siang

Salat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang banyak dilaksanakan oleh umat Islam pada pagi hari. Ibadah ini memiliki berbagai keutamaan, di antaranya adalah sebagai bentuk sedekah bagi setiap persendian tubuh manusia.
Meskipun banyak yang sudah akrab dengan Salat Dhuha, masih banyak yang belum sepenuhnya memahami kapan waktu pelaksanaannya dimulai dan berakhir. Pertanyaan ini penting untuk diperhatikan, karena ada waktu-waktu tertentu yang dilarang untuk melaksanakan salat.
Dengan demikian, Salat Dhuha tidak dapat dilakukan secara sembarangan di pagi hari tanpa memperhatikan posisi matahari. Lalu, sampai jam berapa sebenarnya ibadah sunnah ini masih bisa dilaksanakan?
Kapan Salat Dhuha Dapat Dilaksanakan?
Dalam buku “Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha” karya Huriyah Huwaida, dijelaskan bahwa waktu untuk melaksanakan Salat Dhuha mulai setelah matahari terbit sampai mencapai ketinggian tertentu.
Artinya, umat Islam tidak disarankan untuk langsung melaksanakan Salat Dhuha sesaat setelah matahari muncul. Ada jeda waktu yang harus diperhatikan, yakni sampai matahari naik setinggi satu tombak menurut pandangan mata manusia.
Penjelasan mengenai waktu ini juga terdapat dalam “Al-Fiqh Al-Muyassar” yang diambil dari situs resmi MUI.
مِنْ طُلُوعِ الشَّمْسِ حَتَّى تَرْتَفِعَ قَدْرَ رُمْحٍ فِي رَأْيِ الْعَيْنِ. وَهُوَ قَدْرُ مِثْرٍ تَقْرِيبًا ، وَيُقَدَّرُ بِالْوَقْتِ بِحَوَالِي رُبْعِ السَّاعَةِ أَوْ ثُلُثِهَا
Artinya: “Yaitu sejak terbitnya matahari hingga matahari naik setinggi satu tombak menurut pandangan mata, yang kira-kira setara dengan satu meter. Jika diukur berdasarkan waktu, hal itu sekitar seperempat jam atau sepertiganya.”
Berdasarkan patokan tersebut, Salat Dhuha umumnya baru dapat dilakukan sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit. Namun, waktu pastinya tetap bergantung pada waktu terbit matahari di masing-masing daerah.
Kapan Batas Akhir Salat Dhuha?
Para ulama menjelaskan bahwa waktu untuk melaksanakan Salat Dhuha berlangsung hingga menjelang matahari berada tepat di tengah langit atau waktu istiwa’. Dengan kata lain, Salat Dhuha berakhir sebelum memasuki waktu terlarang saat matahari berada pada posisi tersebut.
Dalam “Mirqah Al-Mafatih Misykah Al-Masabih”, dijelaskan:
وَالْحَاصِلُ أَنَّ أَوَّلَهُ حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ وَآخِرَهُ قُرْبَ الاِسْتِوَاءِ ، وَأَفْضَلُهُ أَوْسَطُهُ، وَهُوَ رُبْعُ النَّهَارِ، لِئَلَّا يَخْلُوَ كُلُّ رُبْعٍ مِنَ النَّهَارِ عَنِ الصَّلَاةِ
Artinya: “Kesimpulannya, waktu awal Salat Dhuha adalah saat matahari terbit, dan akhir waktunya adalah menjelang istiwa’ (matahari yang tepat berada di tengah langit). Waktu yang paling utama adalah di pertengahan, yakni saat seperempat hari, agar setiap seperempat waktu siang tidak kosong dari pelaksanaan shalat.”
Dengan demikian, pemahaman mengenai batas waktu Salat Dhuha sangat penting bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah ini dengan tepat dan sesuai syariat. Dengan mengetahui waktu mulai dan batas akhir Salat Dhuha, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih optimal dan mendapatkan keutamaan yang dijanjikan.
➡️ Baca Juga: Marc Klok Berikan Pernyataan Setelah Kembalinya Elkan Baggott ke Timnas Indonesia
➡️ Baca Juga: Menaker Teken SE Larangan Diskriminasi dalam Rekrutmen Tenaga Kerja, Apa Kata Anggota Komisi IX DPR?



