Donald Trump Sarankan Warga AS Terima Kenaikan Harga BBM yang Melonjak

Iran mendesak Amerika Serikat untuk mengakui kekalahan dalam konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menanggapi dengan mengecam Teheran, menyebutnya sebagai “sangat jahat,” dan memberikan peringatan kepada masyarakat AS untuk bersiap menghadapi kenaikan harga BBM yang terus meningkat akibat perang yang sedang berlangsung.
Proses menuju negosiasi damai dan pergerakan kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz yang strategis tampaknya terhenti, tanpa adanya tanda-tanda dari pihak-pihak yang terlibat untuk menyudahi konflik yang dipicu oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa “Selat Hormuz hanya akan dibuka dan ditutup berdasarkan perintah Iran. Selama Anda tidak mau menerima kenyataan kekalahan dan terus berkhayal, Iran akan tetap melanjutkan blokade yang ada.” Ungkapan ini disampaikan melalui platform media sosial X.
Donald Trump mengajak rakyatnya untuk menerima kenyataan bahwa harga BBM akan sedikit lebih tinggi selama periode konflik. Ia berpendapat, “Membayar sedikit lebih mahal untuk bensin Anda adalah harga yang sebanding untuk memastikan bahwa negara yang sangat jahat tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir. Setelah kita mengalahkan mereka (Iran), saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” ungkapnya, merujuk pada laporan Reuters.
Dalam konteks inflasi yang sedang berlangsung dan kekecewaan di kalangan pemilih, harga rata-rata BBM per liter di AS tercatat sekitar US$4,08 (setara Rp72.738) pada 14 Agustus, meningkat sebesar 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari American Automobile Association.
Sebagai calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump berfokus pada kampanyenya untuk pemilihan kembali dengan janji untuk mengurangi biaya energi. Sementara itu, Partai Demokrat berusaha menjadikan dampak dari perang ini sebagai isu utama dalam pemilihan kongres yang akan digelar pada bulan November mendatang.
Harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan sebesar US$1 (sekitar Rp17.828) per barel pada 14 Agustus. Diperkirakan bahwa harga acuan Brent LCOc1 akan meningkat sebesar 6 persen dalam seminggu, sedangkan West Texas Intermediate CLc1 diperkirakan naik sekitar 5,4 persen.
Teheran juga meningkatka retorika dalam beberapa hari terakhir, terutama karena upaya untuk mencapai solusi permanen bagi konflik ini tampaknya menemui jalan buntu.
Kazem Gharibabadi menegaskan, “Selat Hormuz tidak dapat direbut melalui sebuah cuitan atau kapal induk, dengan hanya mengeluarkan perintah atau menyampaikan pidato politik.” Pernyataan ini menyoroti kompleksitas dan ketegangan yang ada di wilayah tersebut.
Menurut analisis yang dilakukan oleh perusahaan pelacak kapal Kpler, hanya terdapat dua kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz pada Jumat lalu, dan tidak terlihat adanya pengiriman minyak mentah yang signifikan.
➡️ Baca Juga: Peluang Bisnis Rumahan Melalui Jasa Pembuatan Review Google Maps untuk UMKM
➡️ Baca Juga: Idul Adha: Harga Hewan Kurban Naik 15 Persen




